Kubus Rubik adalah sebuah teka-teki mekanik ditemukan pada 1974 oleh pemahat dan profesor arsitektur Hungaria Ernő RubikKubus ini terbuat dari plastik terdiri dari 26 kubus kecil yang berputar pada poros yang terlihat. Setiap sisi dari kubus ini memiliki sembilan permukaan yang terdiri dari enam warna yang berbeda. Ketika teka-teki ini terpecahkan setiap sisi dari kubus ini memiliki satu warna dan warna yang berbeda dengan sisi lainnya.

Kubus ini dibuat kembali pada 1980 dan dipasarkan di dunia Barat pada Mei. Dan dikatakan merupakan mainan paling banyak terjual di dunia, dengan sekitar 300 juta kubus Rubik dan imitasinya terjual.

Rekor tercepat dalam menyelesaikan Kubus Rubik (Rekor Indonesia) berhasil dicetak pada acara HUT MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) pada tanggal 31 Januari 2007 di Hotel Grand Candi, Semarang. Catatan waktu yang dibukukan adalah 19,33 detik atas nama Abel Brata Susilo.

Definisi speedcubing adalah menyelesaikan Kubus Rubik dalam waktu secepat mungkin (dihitung waktunya). Di Indonesia sendiri speedcubing belum terlalu populer. Meskipun begitu, ada sekelompok anak-anak muda Jakarta yang memiliki hobi speedcubing, akhirnya sepakat membentukJRCC (Jakarta Rubik’s Cube Club). Visi mereka adalah memopulerkan speedcubing agar sejajar dengan olahraga yang lain seperti catur, billiard, renang, dan sebagainya. Melalui misi mengadakan kompetisi-kompetisi dan kegiatan-kegiatan speedcubing baik yang bertaraf lokal maupun internasional. Sekretariat dan Pusat Pelatihan JRCC beralamat di LTC (Lindeteves Trade Center) Glodok, Lantai UG.

[1][2][3][4]

Tips Dan Trick

Salah satu bakat mendasar yang bisa dimiliki oleh seorang speedcuber adalah bakat menghafal algoritma. Jujur saja, bakat ini tidak saya miliki. Dalam satu hari saya hanya mampu menghafal 1-2 algoritma, dan untuk membiasakannya dengan tangan butuh waktu berhari hari. Seberapa cepat seseorang mengalami kemajuan dalam speedcubing juga ditentukan oleh seberapa cepat ia mampu menghafal algoritma baru. Secara konsep, metode friddich jelas lebih sederhana dari metode layer. Namun friddich dikatakan lebih sulit karena ada lebih dari seratus algoritma yang perlu dihafal untuk benar benar menguasainya.Shotaro Makisumi dikenal selain tangannya yang cepat, juga kemampuannya menghafal algoritma. Salam satu metode menghafalnya adalah dengan melafalkan algoritma dengan sebelumnya mengubahnya menjadi semacam kata dalam bahasa jepang. Karena kita berada di Indonesia, sistem macky agak susah untuk secara mentah mentah kita adopsi, sehingga dalam tulisan kali ini, ada beberapa penyesuaian. Anda juga bisa memodifikasi metode konversi dibawah ini sehingga sesuai dengan selera anda.
Pada prinsipnya, tekhnik ini adalah merubah huruf dan simbol dengan susunan vokal yang bisa dilafalkan. Misal merubah notasi R menjadi Ra dan R’ menjadi Ri, L menjadi La dan L; menjadi Li, dan sebagainya.

R = Ra R’ = Ri R2 = Ro l = le x = sa
L = La L’ = Li L2 = Lo r = re y = ya
F = Fa F’ = Fi F2 = Fo u = we x’ = si
B = Ba B’ = Bi B2 = Bo l’= lei y’= yi
D = Da D’ = Di D2 = Do r’ = rei
U = Wa U’ = Wi U2 = Wo u’ = wei

Konversi tersebut pada prinsipnya menambah semua notasi standar dengan huruf a, menambah notasi counter clockwise dengan i, dan sebagainya. Khusus untuk notasi U, mengingat dengan aturan tersebut menjadi Ua dan Ui, maka untuk mempermudah dirubah menjadi wa dan wi. Dengan aturan tersebut, contoh yang bisa diambil adalah sebagai berikut:
Permutasi T = R U R’ U’ R’ F R2 U’ R’ U’ R U R’ F’ dirubah menjadi = Rawariwirifarowiriwirawarifi = Rawariwi Rifarowi Riwira Warifi
Contoh lain = R U’ R’ U R’2 y R U R’ U’ F’ d R’2 F R F’ =>> Rawiriwaroiyarawariwifideroifarafa —> Rawari waroiyarawa riwifi deroifarafa
Yakin, dengan pelafalan seperti itu, mengingat algoritma menjadi agak tidak menyakitkan.
Mengingat berpasangan…
Beberapa OLL dan PLL memiliki pasangan satu sama lain. Dengan ini, kita bisa mengingat dan melatih 2 algoritma sekaligus dalam 1 kali sesi latihan.
Contoh =
Lakukan algoritma A pada sebuah cube yang tidak teracak maka jika eksekusi kita benar akan terbentuk pola B, demikian pula sebaliknya. Jika kita memasukkan pola B pada sebuah cube yang tidak scrambled maka akan terbentuk pola A. Lakukan hal tersebut berulang ulang hingga secara otomatis kita dapat mnghafal kedua algoritma sekaligus.
Sisanya, anda bisa temukan sendiri….. Happy cubing. ;)

Good Video from Dan Brown