” Alangkah indah orang bersedekah dekat dengan Allah, dekat dengan Surga,,, takkan berkurang harta yang di sedekah” Sepenggal kata-kata diatas dari sebuah lagu opick. lagu tersebut paling tidak mengingatkan aku apa yang terjadi pada hari ini, banyak sekali yang di rencanakan untuk kegiatan sabtu ini–> mulai dari ke TMII beli perlengkapan bayi (katanya murah2)–>terus lanjut ke rumah orang tua di ciledug untuk mengajarkan sesuatu ke helmi (adik kandung saya). pagi-pagi sekali jalan dari kemang menuju cimpedak untuk menjemput kaka ipar, sesampainya disana tidak lupa menyantap belut goreng yang sudah di siapkan oleh dia untuk istriku yang sedang hamil 8 bulan. setelah santap siang berakhir saya, istri saya, dan kaka ipar saya berjalan menuju ke TMII Square untuk membeli perlengkapan untuk kelahiran bayiku ,, dari cimpedak menuju ke TMII melewati jalan LA-TBS-KP.Rambutan-terus masuk tol ke arah TMII,,, keluar tol saya langsung memutar kembali tanpa pikir panjang (saya pikir itu adalah jembatan yang tadi sebelum keluar pintu tol yang mana jembatan yang mengarah ke TMII square yang sudah keliatan dari sisi sebelah kiri) tapi malang nasib saya , sehingga saya ternyata melanjutkan tol ke arah Cawang (kalo ga salah bayar 2000 Rupiah) karena merasa bingung saya menanyakan ke petugas tol yang kebetulan sedang mengatur lalu lintas yang ada sebelum ke gerbang tol. lalu saya bertanya

“mas kalo mau ke TMII square kita kemana?”

dengan baiknya dia membalas

“ya udah mas, nanti ikutin saya setelah bayar situ langsung belok kiri aja di sana nanti ada pintu “,

saya lalu membelokkan mobil tersebut ke arah yang di  beritahukan, petugas tol yang sedang sibuk mengatur lalu lintas tersebut menghampiri mobil dan memberitahukan ke arah yang benar.  harusnya pada saat dia berusaha memberitahukan, tidak seharusnya aku berlalu tanpa memberikan sedikit tip yang mungkin dia sangat mengharapkan. pada saat itu pula istri dan kaka iparku menegur

” kenapa ga di kasi duit tuh orang kalo abang jami mah ngasi tuh sedikitnya 10 rebu?”

aku hanya bilang dengan santai

“udah kelewatan ka”

memang dasar akunya yang pelit. tak terlintas sedikit bersedekah itu akan mengantarkanku ke suatu hal yang selanjutnya yang ga akan terlupakan itu. dari gang kecil belakang kantor jasa marga. aku berjalan menuju ke arah jembatan TMII. setelah jembatan itu ada lampu merah yang belok kiri mengarah ke pinangranti dan lurus ke TMII Square, lalu saya tidak di sengaja  jalan dari marka kiri lalu ke arah lurus. di  tengah perapatan itu sudah berdiri pak polisi dengan motor yamaha KINGnya… (udah kaya bang baron di film yoyo)… dengan sigapnya dia bertanya

“Pa, ada surat2nya?”

“Ada pa”

ya terus kita di ajak ke Pos Pa Polisi, di sana saya di tilang dan di kasihkan surat tilang karena melanggar pasal 267 ayat 2 yang berbunyi ” melanggar marka jalan” kalo ga salah dendanya ampe 500.000 Rupiah.  mungkin karena saya sedikit melawan di surat tilang tertulis jelas (Minta Di Tilang)…

setelah mendapatkan surat tersebut terlintas di benak saya karena tidak memberikan sedikit sedekah untuk petugas yang sedang sibuk menyisihkan waktu untuk memberitahukan saya jalan yang pintas tanpa harus memutar ke arah cawang (kalo muter kira-kira 30 menitan). kalo emang gitu aku ngasi sedikit sedekah untuk petugas itu…

mohon maaf sebesar2nya untuk pak petugas jasa marga, terima kasih banyak pa….

Dan setelah peristiwa itu saya baru sadar bahwa saya kurang bersedekah.. saya mohon maaf untuk orang-orang sekitar saya. terima kasih banyak untuk semuanya.

dan satu lagi penyesalan memang ga dateng di awal tapi di akhir…. makanya sebelum menyesal coba di perbaiki kejadian2 yang akan terjadi dan yang akan kita perbuat…

Real Story-27 Maret 2010 (life is full of problems)