TAK ADA, DAN TAK PERLU, DIBANGGAKAN.

Tak ada istimewanya. Bagi banyak orang itu biasa. Sesuatu yang harus dilakoni. Malam demi malam. Naik angkutan umum. Kadang dengan terpaksa, tak jarang karena pilihan.

Tidak ada istimewanya. Ini bukan hanya soal Jakarta dan sekitarnya. Kota lain juga punya angkutan umum. Juga ada yang berjalan malam hari — dengan batas waktu malam terlarut yang beragam.

Tidak ada istimewanya. Dulu, ketika saya masih muda, dan Colt adalah raja jalanan yang banyak membawa celaka, banyak ibu bahkan nenek yang menjadi pelaju, biasanya pedagang, menempuh perjalanan pulang malam hari.

Tidak ada istimewanya. Risiko selalu ada. Hanya dan jika serius peristiwanya maka dia menjadi kenangan — seringkali buruk dan traumatis.

Tidak ada istimewanya. Kejahatan jalanan, dari pencopet sampai penodong, diterima sebagai kelopak kembang risiko. Kelangkaan kendaraan umum pada suatu malam diterima dengan seperempat pasrah dan tiga per empat harap. Kemacetan parah di beberapa titik dan ruas jalan, sehingga baru larut malam mereka tiba di rumah, dianggap sebagai ragam kehidupan. Tiba dalam keadaan lapar. Tak jarang kaum ibu yang masih punya bayi tiba dengan air susu yang sudah keluar karena jadwal laktasi sudah terlangkahi.

Tidak ada istimewanya. Ini bukan hanya menyangkut mereka, tetapi juga kita. Sebagian dari kita. Selangka apapun kendaraan tetap ada angkutan sampai pagi — tapi hanya pada rute tertentu.

Tidak ada istimewanya. Setiap kenaikan tarif angkutan umum hanya menimbulkan gerutu paling lama sebulan. Sesudahya orang menyesuaikan diri karena hidup harus dijalani — dan disiasati.

Tidak ada istimewanya. Beberapa sopir angkot kecil di pinggiran mengeluh bahwa penumpangnya berkurang karena pemilikan sepeda motor kian meluas. Beberapa tukang ojek pun mengeluh bahwa penumpang berkurang — terutama laki-lakinya, yang sudah memiliki motor sendiri.

Tidak ada istimewanya. Kondisi angkutan umum tidak memuaskan sehingga semakin menjadi ekonomi biaya tinggi jika kekesalan diberi harga — tapi itu toh tetap diterima dengan kepasrahan oleh para pengguna.

Tidak ada istimewanya. Sehingga para tuan perancang, penata, dan penguasa kota pun tidak tergugah untuk membanggakannya kepada orang luar. Lebih menggairahkan memamerkan gedung bagus, jalan mulus, dan mobil bagus milik warga yang melintasinya, kepada orang luar.

Tidak ada istimewanya. Kecuali kelak, ketika para tuan sadar bahwa sistem transportasi umumnya memang istimewa dalam arti bagus sehingga layak dibanggakan. Kelak? Kapan? Entah.

Tidak ada istimewanya dengan jawaban entah yang seolah menyerah, toh itu tetap lebih sehat bagi jiwa dan raga ketimbang hanya marah-marah.

Mungkin ID facebook Kakak saya yang di Turki,

“Two thumbs for turkey travel bus facilities…(excellent)”

bisa menjelaskan kenapa angkutan di indonesia kurang di sukai dan di gemari mungkin salah satunya ini….. di negara maju angkutan umum lebih di prioritaskan daripada mobil pribadi di karenakan fasilitas umum harus di utamakan bener untuk rakyat banyak. dia bilang di sana ada bus.. dengan fasilitas TV, internet, dll.  maka dia bilang 2 jempol untuk bus travelnya turki….

Untuk Orang IT/Elektro/Sosial harus bergabung nih buat bus ciptaan indonesia yang bisa internet ria di dalam bus tanpa mati2 selama perjalanan. mungkin ada systemnya yang harus di kembangkan di dalam bus tersebut. mudah2an bisa menjadi inspirasi bagi departemen perhubungan untuk permasalahan angkutan. dan juga agar untuk kepemilikan kendaraan bermotor di persulit dengan cara:

1. Perbesar pajaknya (kalo ini pasti banyak yang protes)

2. Buat jadwal untuk kendaraan motor sesuai dengan nomor kendaraan masing2, misal

nomor kendaraan 1-1000           –> tanggal 1

nomor kendaraan 1001-2000  –> tanggal 2

dst.

3. setiap karyawan di haruskan memakai kendaraan umum, jangan ada yang membawa kendaraan motor sendiri.

4. Mewajibkan penduduk jakarta pada hari tertentu tidak ada kendaraan motor yang hidup (pake sepeda or jalan kaki kek or angkutan umum aja yang hidup)

supaya ga ada macet di kota jakarta ini dan ga ada lagi polusi… mudah2an bisa bermanfaat bagi kita semua.