di atas ini adalah logika matematika sederhana yang melambangkan tentang kehidupan manusia yang bisa terjadi pada siapapun…

1. penghasilan orang yang ada di sebelah kiri itu bisa lebih kecil daripada kebutuhannya (bisa makan, punya mobil, punya rumah, punya motor, HP, dll) –> ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan hal ini bisa terjadi pertama -> tuntutan atau yang kedua -> salah perhitungan.. walaupun begitu bukan tidak mungkin semua manusia pasti mengalami hal ini… hal ini merupakan proses untuk menuju sesuatu yang mungkin dia bisa rasakan manfaatnya di kemudian hari jika nasibnya beruntung akan tetapi jika tidak ya kita tidak tahu bagaimana nasibnya….. (ati2 dengan yang ini……–> waspadalah ini bisa terjadi dimanapun, kapanpun, dan apapun keadaannya…..waspadalah-waspadalah….. hehehehe “kutipan dari bang NAPI”….

2. penghasilannya sama dengan kebutuhannya…. tidak ada lebih sedikitpun…..atau kurang penghasilannya…. apa yang dia dapatkan selalu abis untuk semua kebutuhannya tidak ada sedikit tabungan untuk kedepannya… biasanya orang2 seperti ini selalu was-was juga dengan apa yang dia peroleh,,,takut2 kalo kurang sedikit bukan tidak mungkin dia akan berpikir dua kali untuk berikutnya bagaimana untuk menutupi yang kurang sebelumnya….. tetap semangat untuk keadaan yang seperti ini… jika bersabar maka kita bisa mendapatkan lebih dari yang kita dapatkan sekarang…. dan banyak2 bersyukur…

3. penghasilannya lebih besar daripada kebutuhannya…. ini adalah hukum yang harus di terapkan,, karena dengan seperti ini… apapun pendapatannya dia akan mendapatkan lebih dari kebutuhannya yang dia butuhkan… kehidupan seperti ini yang di inginkan oleh orang2, kehidupan yang bisa di katakan bahagia di karenakan di a memiliki tabungan atau lebih dari pendapatannya…

semua point di atas pasti pernah kita lewati atau merasakan… karena seperti kata pepatah ” hidup seperti roda yang berputar, kadang di atas kadang di bawah” oleh karena itu kita sebagai manusia hanya bisa berusaha untuk mencapai point yang nomor 3… kadang setelah kita puas mendapatkan gaji yang besar kita kadangkala lupa untuk bersyukur… lupa untuk berzakat (“……makanlah dari buahnya yang bermacam-macam itu bila dia berbuah dan tunaikanlah haknya (dengan di keluarkan zakatnya) pada hari memetik hasilnya (saat panen)…” —- QS. Al. Anam : 141)…. hanya 2,5% dari penghasilan kita perbulan…  pernah pada saat gaji kita kecil kita bisa membayar zakat yang 2,5% akan tetapi pada saat gaji kita besar,,, kita lupa untuk membayarnya… dengan alasan kita masih banyak kebutuhan / udah ada pajak dll… itu semua adalah hal yang harus kita hindari… karena walau sekecil apapun zakat dari kita kelak pasti akan berguna… banyak forum untuk zakat seperti dompet dhuafa yang sebagai perantara untuk zakat kita.. saya pribadi pernah merasakan semua point2 yang ada di atas…… tapi tidak tahu bagi yang lain……?