Pernahkah anda mendengar kata DWDM? jika anda orang transmisi/telecommunication mungkin sedikit tergugah dengan kata ini. ya DWDM singkatan dari digital wavelength dence multiplexer, dahulu kala ketika kata2 STM64 di angkat semua operator/vendor berlomba2 menggunakan perangkat transmisi STM64 (seperti penjelasan sebelumnya mengenai SDH) banyak operator yang menghubungkan antara kota A dengan kota B atau pulau A dengan pulau B dengan menggunakan STM64 yang mana menggunakan 2 core pada OTB (optical terminal block–tempat jumper kabel optik dari perangkat ke arah terminasi point site selanjutnya).  ketika semakin banyak kebutuhan maka secara otomatis semakin banyak pula core yang di butuhkan sedangkan kapasitas dari OTB tersebut hanya 24/48 (sehingga bisa di isi maksimal sampai 24 x STM64). di sisi operator maka akan ada projek baru untuk mengupgrade kapasitas core yang ada (ketika semua core telah terpakai) sehingga bertambah lagi biaya untuk pembuatan OTB atau media transmisi yang baru.

dari hal itulah muncul suatu ide dari vendor (produsen perangkat) untuk menimalisir kapasitas core supaya dapat di manfaatkan lebih efisien tanpa harus mengurangi kehandalan STM64 tersebut. yaitu dengan cara membuat perangkat DWDM itu, secara kasarnya perangkat itu membagi yang sebelumnya 2 core menjadi seolah2 bisa di buat sampai 96 X STM64. sehingga kapasitas 48 core pada OTB benar2 bisa di manfaatkan.

dengan adanya DWDM, 2 core di atas bisa menjadi banyak STM64 dengan cara memecah lambda (panjang gelombang/channel)..