di pagi yang cerah tanggal 29 april 2010 tepatnya pukul 08.30 WIB seperti biasa dengan semangat berangkat menuju ke kantor.  sesampainya di kantor istri tercinta (Chicha) mengirim pesan singkat yang menandakan bahwa “aku harus cepat pulang” (sepetik lagu slank), tanpa pikir panjang terpikir bahwa memang pada hari itu, hari kamis tepatnya saya langsung menghadap pak bos meminta ijin untuk menemani istri ke rumah sakit di karenakan istri sudah ada tanda2  bahwa dia akan segera melahirkan buah hati kita berdua (Special Thanks untuk pa Ibrahim yang langsung memberikan ijin).

dalam perjalanan dari Patung pancoran menuju Kemang yang biasanya di capai dalam waktu 30 menit (dengan motor kondisi santai kecepatan ga sampai 60 km/jam) menjadi 10 menit (kondisi gas pol, gigi empat kecepatan > 60km/jam). tidak sabar hati ini menanti detik-detik kelahiran anak pertama dari Tri dan Chicha…

sampai di rumah sakit bersalin asih (panglima polim) pukul 12.00 WIB, sesampainya di sana bidan hanya memberikan instruksi bahwa tanda yang menunjukkan bahwa buah hati kita untuk lahir sudah ada. jadi bidan menyarankan untuk berjalan2 di sekitar rumah sakit (satu pesan dari Tere juga) untuk mempercepat proses mules2 yang nantinya menjadi salah satu proses penting yang harus di lewati seorang ibu sebelum proses melahirkan. dari pukul 12.30 sampai pukul 19.00, chicha tetap semangat untuk berjalan2 kecil. setelah itu datanglah Pa Dokter Hasrul memberitahu bahwa istriku belum merasakan mules yang teratur setiap 5 menit (dia mendapatkan hasil dari CTG). dengan hal itu dia mengambil tindakan untuk memberikan semacam permen yang di taruh di bawah lidah istriku. tidak lama kemudian teratur mulasnya….

Dengan penuh kecemasan dan raut muka yang sudah ga jelas… aku menunggu istriku dari pagi hari sampai pagi harinya lagi…. melihatnya semakin sedih aku merasakan beban yang dia rasakan,, dari pagi tadi dia terus merasakan sakit pada perutnya tapi periode sakitnya masih jarang2 (kadang sakit kadang ga). mungkin pada saat itu aku hanya bisa memberikan semangat dan mencoba menghibur dia dengan berbagai cara dilakukan (untuk suami2 yang sedang mempunyai istri hamil –> lebih baik di siapkan cara untuk memberikan semangat dan hibur dia).

dari pukul 9 malam sampai pukul 2 pagi itulah saat di mana seorang istri pasti merasakan sakit yang teramat untuk menahan rasa sakitnya itu dia sampai mengenggam tangan suaminya dengan kencang. pada saat itu perasaan sedih, cape, cemas, khawatir, bercampur jadi satu.. akan tetapi jangan sekali2 pada saat itu suami meneteskan air mata / menangis di depannya karena jika menangis maka istri jadi tidak konsentrasi dengan sakitnya dan akhirnya meluluhkan hatinya yang bisa membuat dia menjadi teramat sakit (karena pikirannya ada 2 satu rasa sakit dan satu lagi kesedihan suaminya)… yang bisa kita lakukan adalah membesarkan hatinya bahwa semuanya akan baik2 saja. istri sangat butuh suami untuk menemani pada saat itu (tak terkecuali pada saat itu suami sedang bekerja yang pekerjaannya itu ga bisa di tinggal)..

di sebelah kiri ini adalah Dr.  Hasrul B. SpOG, dokter ini adalah referensi dari ka iya (kaka kandung istriku). saya sangat mengucapkan banyak2 terima kasih kepada dokter hasrul karena Allah SWT telah menunjuk dia untuk proses kelahiran anakku tercinta. dokter hasrul sangatlah sabar menangani setiap pasiennya. dia adalah sosok dokter yang baik, sabar, ngertiin pasiennya, teliti, ramah dan selalu mendengarkan pasiennya untuk bercerita/bertanya2 tentang kandungan pada saat masa hamil pokoknya top markotop dech (kalo kata mbah Azis).

dia dulu pernah di RS harapan kita dan praktek di Kwitang sudah banyak sekali pasiennya, akan tetapi untuk saat ini dia hanya praktek di RSB asih Panglima polim.

Tidak lupa juga untuk bidan2 yang telah membantu proses kelahiran (dari 4 bidan yang menemani yang saya tahu namanya adalah bidan Ranny karena dia juga memberikan penyuluhan kepada pasien2 yang nantinya akan merawat anak (mulai dari proses memandikan bayi, merawat bayi, memijat bayi yang benar, sampai ke perawatan sang ibu).

pada tanggal 30 April 2010 Pukul 3.27 pagi (setengah empat kurang tiga menit) lahirlah buah hati kami dengan berat 3150 Gram dan panjang 48 centimeter berjenis kelamin Cowo. Bintangnya Taurus dan Shionya Macan. pada saat itu rasa cape, ngantuk, sedih yang ada pada kita berdua hilang seketika oleh isak tangis putra kita. puji Syukur yang sebesar2nya pada Allah SWT yang telah memberikan amanah kepada kita berdua untuk membesarkan anak ini agar menjadi anak yang soleh, berbakti pada orang tua, dan berguna buat nusa dan bangsa.