Bila dikonsumsi berlebihan, kafein bisa menyebabkan masalah jantung. Namun, dengan takaran yang pas, kafein efektif meningkatkan kewaspadaan, bahkan menyehatkan.

Kafein merupakan senyawa alkaloid, utamanya terdapat dalam teh (1-4,8 persen), kopi (1-1,5 persen), dan biji kola (2,7-3,6 persen). Selain terkandung dalam bahan alami, kafein juga bisa dibuat secara semisintetis.

Meski aman dikonsumsi, kafein dapat menimbulkan reaksi yang tidak dikehendaki, seperti insomnia, gelisah, pernapasan meningkat, tremor otot, dan diuresis (sering kencing). Kafein juga dapat menimbulkan ketagihan ringan. Orang yang biasa minum kopi akan menderita sakit kepala di pagi hari atau setelah 12 jam sejak mengonsumsi kopi.

Penelitian juga menunjukkan, orang yang terbiasa minum kopi lebih dari 5 cangkir sehari berisiko mengalami gangguan jantung. Konsumsi kafein selama hamil juga bisa menyebabkan bayi lahir abnormal.

Di lain pihak, manfaat kopi bagi kesehatan juga bukannya tidak ada. Studi terbaru yang dilaporkan dalam the American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi 2 cangkir minuman berkafein, termasuk kopi, akan mengurangi risiko serangan jantung hingga 31 persen. Kopi juga secara signifikan menurunkan risiko terbentuknya kanker kolon.

Menurut Profesor Peter Rogers dan Dr Lindsay St Claire dari Universitas Bristol, Inggris, efek negatif kafein lebih kuat pada laki-laki dibanding perempuan. Pada perempuan, kafein justru menurunkan stres, terutama pada pekerja kantoran. Kopi juga efektif meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan bersosialisasi di kantor.

Untuk mendapatkan manfaat positif dari kopi, para ahli menyarankan konsumsi kopi organik serta kopi Arabica dari Jawa. Setiap 8 ons kopi Arabica diketahui mengandung kadar protein yang lebih tinggi dibanding kopi biasa serta memiliki kadar kafein yang lebih rendah. Kopi organik ini juga mengandung zat antioksidan 40 persen lebih tinggi dibanding kopi jenis lain.

Bila dikonsumsi berlebihan, kafein bisa menyebabkan masalah jantung. Namun, dengan takaran yang pas, kafein efektif meningkatkan kewaspadaan, bahkan menyehatkan.

Kafein merupakan senyawa alkaloid, utamanya terdapat dalam teh (1-4,8 persen), kopi (1-1,5 persen), dan biji kola (2,7-3,6 persen). Selain terkandung dalam bahan alami, kafein juga bisa dibuat secara semisintetis.

Meski aman dikonsumsi, kafein dapat menimbulkan reaksi yang tidak dikehendaki, seperti insomnia, gelisah, pernapasan meningkat, tremor otot, dan diuresis (sering kencing). Kafein juga dapat menimbulkan ketagihan ringan. Orang yang biasa minum kopi akan menderita sakit kepala di pagi hari atau setelah 12 jam sejak mengonsumsi kopi.

Penelitian juga menunjukkan, orang yang terbiasa minum kopi lebih dari 5 cangkir sehari berisiko mengalami gangguan jantung. Konsumsi kafein selama hamil juga bisa menyebabkan bayi lahir abnormal.

Di lain pihak, manfaat kopi bagi kesehatan juga bukannya tidak ada. Studi terbaru yang dilaporkan dalam the American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi 2 cangkir minuman berkafein, termasuk kopi, akan mengurangi risiko serangan jantung hingga 31 persen. Kopi juga secara signifikan menurunkan risiko terbentuknya kanker kolon.

Menurut Profesor Peter Rogers dan Dr Lindsay St Claire dari Universitas Bristol, Inggris, efek negatif kafein lebih kuat pada laki-laki dibanding perempuan. Pada perempuan, kafein justru menurunkan stres, terutama pada pekerja kantoran. Kopi juga efektif meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan bersosialisasi di kantor.

Untuk mendapatkan manfaat positif dari kopi, para ahli menyarankan konsumsi kopi organik serta kopi Arabica dari Jawa. Setiap 8 ons kopi Arabica diketahui mengandung kadar protein yang lebih tinggi dibanding kopi biasa serta memiliki kadar kafein yang lebih rendah. Kopi organik ini juga mengandung zat antioksidan 40 persen lebih tinggi dibanding kopi jenis lain.

Bila dikonsumsi berlebihan, kafein bisa menyebabkan masalah jantung. Namun, dengan takaran yang pas, kafein efektif meningkatkan kewaspadaan, bahkan menyehatkan.

Kafein merupakan senyawa alkaloid, utamanya terdapat dalam teh (1-4,8 persen), kopi (1-1,5 persen), dan biji kola (2,7-3,6 persen). Selain terkandung dalam bahan alami, kafein juga bisa dibuat secara semisintetis.

Meski aman dikonsumsi, kafein dapat menimbulkan reaksi yang tidak dikehendaki, seperti insomnia, gelisah, pernapasan meningkat, tremor otot, dan diuresis (sering kencing). Kafein juga dapat menimbulkan ketagihan ringan. Orang yang biasa minum kopi akan menderita sakit kepala di pagi hari atau setelah 12 jam sejak mengonsumsi kopi.

Penelitian juga menunjukkan, orang yang terbiasa minum kopi lebih dari 5 cangkir sehari berisiko mengalami gangguan jantung. Konsumsi kafein selama hamil juga bisa menyebabkan bayi lahir abnormal.

Di lain pihak, manfaat kopi bagi kesehatan juga bukannya tidak ada. Studi terbaru yang dilaporkan dalam the American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi 2 cangkir minuman berkafein, termasuk kopi, akan mengurangi risiko serangan jantung hingga 31 persen. Kopi juga secara signifikan menurunkan risiko terbentuknya kanker kolon.

Menurut Profesor Peter Rogers dan Dr Lindsay St Claire dari Universitas Bristol, Inggris, efek negatif kafein lebih kuat pada laki-laki dibanding perempuan. Pada perempuan, kafein justru menurunkan stres, terutama pada pekerja kantoran. Kopi juga efektif meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan bersosialisasi di kantor.

Untuk mendapatkan manfaat positif dari kopi, para ahli menyarankan konsumsi kopi organik serta kopi Arabica dari Jawa. Setiap 8 ons kopi Arabica diketahui mengandung kadar protein yang lebih tinggi dibanding kopi biasa serta memiliki kadar kafein yang lebih rendah. Kopi organik ini juga mengandung zat antioksidan 40 persen lebih tinggi dibanding kopi jenis lain.

sumber : kafein antara bahaya dan manfaat.