Jakarta, 10 April 2012

Kutipan dari penceramah Ustadz Rifian (Masjid Al Ibadah)….

Tidak terasa sudah 3 tahun 13 hari, hari pernikahan saya dengan istri saya tercinta. Di hari itu juga Ustadz Riffian memberikan ceramah pada saya dan istri saya untuk mendapatkan keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah….. Beliau biasanya selalu berceramah pagi setiap sabtu pagi di masjid depan rumah mertua saya, di dalam ceramahnya beliau selalu mengumandangkan kuliah pagi dengan bersemangat. pada hari ini tepatnya hari minggu, tanggal 8 april 2012. saya mendengarkan lagi ceramah dari beliau.. ceramah yang singkat, padat dan bermakna yang mungkin akan mengingatkan kita lagi akan arti 1X2 meter…

”Ya sebuah ceramah penuh makna terucap untuk mengingatkan kita akan sebuah kata kematian dan persiapan untuk menuju ke sana”

Kita pasti bersedih jika kehilangan seseorang yang sangat kita cintai, seseorang yang mungkin memiliki arti dalam kehidupan kita, seseorang yang telah mengajarkan kita banyak hal, dan apapun itu dalam arti kebaikan.

Mula-mula dia menceritakan tentang seorang yang mempunyai rumah besar dan kekayaan melimpah, akan tetapi apa artinya jika dia meninggalkan dunia ini? Dia itu akan menjadi seorang yang miskin… Hanya dirinya yang akan di bawa… begitupun dengan presiden yang mempunyai jabatan tinggi di negara ini dengan istana negaranya yang besar… tapi tetap saja di akhir hayatnya dia menjadi orang miskin… begitupun dengan orang miskin,, yang mungkin mempunyai rumah hanya 50 meter… tetap di akhir napasnya dia akan menjadi orang miskin. Semua jamaah pun bertanya2 kenapa kita semua akan menjadi orang miskin di akhir hayat kita.. ya karena nantinya kita tinggal di lahan 1X2 meter.. yang hanya muat untuk meletakkan tubuh kita di atas tanah, yang tidak bisa bergerak sebebas mungkin seperti waktu kita hidup, terjepit oleh tanah… di  Begitu pula semua pakaian yang kita kenakan saat melakukan aktifitas sehari-hari, saat kita masih hidup. Kita masih bisa memakai baju koko lengkap dengan pecinya, baju kaos oblong yang ketat, celana jeans dan semua jenis pakaian yang bisa kita gunakan, yang mungkin harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah atau jutaan mungkin dan juga dengan bermacam corak dan warna… tapi nanti jika kita sudah sampai ke tujuan akhir kita 1X2 meter, semua pakaian itu tidak akan kita bawa.. kita hanya membawa kain kafan berwarna putih yang harganya mungkin bisa di tanyakan di pasar untuk permeternya… itulah pakaian yang akan kita bawa ke 1X2 meter tersebut…. begitupula dengan transportasi menuju ke sana,,,,jika kita mempunyai harta titipan yang lumayan, kita bisa menggunakan mobil untuk melakukan aktifitas. jika kita hanya memiliki rejeki yang lumayan, kita mungkin hanya menggunakan motor sebagai alat transportasi kita… dan ada juga yang bersepeda untuk transportasi sehari-hari bahkan tidak jarang kita melihat orang berjalan dan menggunakan fasilitas umum (bus, angkot, ojek dll) untuk melakukan semua aktifitas..  tapi nanti transportasi kita menuju ke tempat 1X2 meter itu adalah kurung batang yang biasanya ada di setiap masjid. Kurung batang itu yang akan menemani kita untuk sampai ke tempat 1X2 meter tersebut. Jika kita melihat di tempat ibadah, maka kurung batang itu seperti memanggil kita dan seperti mempunyai suatu kata ajakan. Kendaraan tersebut seperti memberitahukan kita bahwa suatu saat kita pasti akan ada di atas kendaraan tersebut untuk menuju ke suatu tempat sebesar 1X2 meter… hanya itu saja kendaraan kita menuju ke tempat itu.. bukan mobil, motor,sepeda atau apapun itu… hanya itulah kendaraan kita menuju tempat tersebut…

Sekarang ini mungkin masih banyak orang yang takut untuk mendatangi tempat tersebut saat kita masih hidup, sebagian orang ada yang beranggapan keramat atau karena tempatnya gelap.. tapi itu semua sebenarnya anggapan yang salah. Karena sebenarnya di tempat itulah yang akan menjadi tempat tujuan terakhir kita hidup di dunia ini..

Kematian itu bisa datang kapan saja? Bisa di umur 100 tahun, 10 tahun, 1 tahun, 1 bulan atau mungkin 1 hari… tidak ada yang pernah tahu kapan dia akan meninggalkan dunia.. ada yang rambutnya sudah putih dia meninggal, ada juga saat rambutnya masih hitam, dan ada yang meninggal pada usia masih sangat muda…

Maka sebelum kita mencapai tempat tersebut (1X2 meter) tersebut, kita haruslah mempersiapkan segala sesuatunya untuk segala hal.. bukan hanya pernikahan yang harus di persiapkan dengan matang dan terencana…  mulai dari kartu undangan (kadang kita harus menulis satu persatu siapa saja yang akan di undang), makanan (apa saja menu yang akan kita siapkan?), tenda, tempat di lakukannya, dan semua hal-hal kecil yang kadang kita terlupa untuk mempersiapkannya… itu semua harus di persiapkan di jauh hari bahkan bulan ataupun tahunan.. maka dari itu sebelum kita mencapai akhir tersebut, kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang ini.. mulai dari amal ibadah, sedekah dan juga kewajiban lain yang mungkin kadang kita sering lalai untuk mengerjakannya…. seperti contohnya solat subuh jam 7 pagi karena bangun kesiangan akibat pekerjaan yang menumpuk (atau alasan lainnya), solat dzuhur dan ashat yang di tinggalkan karena kita sering menunda waktunya, begitupun dengan maghrib yang kadang-kadang kita masih di jalan menuju ke rumah,,, setelah tiba di rumah kadangkala kita lupa untuk melakukan solat isya di karenakan lelah dengan aktifitas sehari-hari… tapi itu semua harus bisa di persiapkan dengan matang dari sekarang.. coba merapihkan dan menata kembali untuk persiapan tersebut. Kalo tidak hari ini kapan lagi kita akan bersiap menuju ke 1X2 meter…

Selain itu juga kita sebagai anak, cucu dan cicitnya. Kita harus mendoakan kedua orang tua kita, kakek dan nenek kita, atau kakek dan nenek buyut kita. Karena dengan berdoa kita bisa membuat mereka bisa menjadi lebih tenang.

 

”RobbighFir lii Waliwaa lidayya Warhamhumaa Kamaa Robbayanii Shaghiiraa”

Artinya:

”Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah memelihara/mendidiku sewaktu aku kecil”

 

Beruntunglah orang-orang tua yang memiliki anak yang soleh dan soleha yang bisa mendoakan mereka….. mudah-mudahan kita di antara orang-orang tersebut.

Begitulah sedikit kisah kecil yang di berikan oleh seorang ustadz yang mengingatkan saya kembali akan arti 1×2 meter…